Breaking News

Cahaya Islam di Papua Nugini

Untitled-1Papua Nugini, sebuah negara di sebelah timur Indonesia, berbatasan langsung di sebelah barat dengan Papua (sebelumnya Irian Jaya), di sebelah timur dengan negara-negara Oseania dan di sebelah selatan dengan Australia. Memiliki jumlah penduduk sekitar 6 juta jiwa dan mayoritas beragama Kristen.
Akan tetapi, pada 2009 ada kenyataan yang mengagumkan. Yakni, terlihatnya peningkatan jumlah pemeluk Islam secara signifikan, terutama pada 2008 terjadi perpindahan agama masyarakat di sana dari Kristen kepada Islam dengan angka yang cukup besar. ABC News mengabarkan bahwa pada akhir 2008, penganut Islam telah mencapai angka 4.000 jiwa.
Peningkatan jumlah pemeluk Islam di negara ini tidak lepas dari giatnya Islamic Society of Papua New Guniea (ISPNG) dalam melakukan syiar Islam. ISPNG ini merupakan wadah komunitas Muslim yang berdiri sejak 1979 atau 1980. Yakni, sekitar tujuh tahun sejak Islam mulai masuk ke negara pegunungan tersebut.
Agama Islam masuk pertama kali ke Papua Nugini pada 1972 oleh kaum buruh Muslim. Kemudian, Islam makin bergeliat seiring dengan masuknya para diplomat Muslim dari Indonesia dan Malaysia yang datang setelah negara tersebut merdeka, atau tepatnya pada 1975. Sejak saat itu Islam mulai semakin dikenal oleh masyarakat di sana.
Kemudian, untuk menunjang kegiatan keislaman di sana, kaum muslimin mendirikan Islamic Center pada 1988. Kegiatan keislaman di negara ini mendapat dukungan dari Dewan Dakwah Asia Tenggara yang berbasis di Malaysia. Tak hanya itu, Arab Saudi melalui kementeriannya mengirimkan secara rutin imam untuk memimpin shalat dan peribadatan di Islamic Center Papua Nugini.
Islam terus bergeliat. Pada 1996 berdiri lagi tiga Islamic Center di Papua Nugini atas bantuan Liga Muslim Dunia (Rabithah ‘Alam Islamiy) yang berpusat di Makkah. Liga Muslim ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Papua Nugini untuk membangun masjid agung berkapasitas 1.500 orang.
Sejumlah pusat komunitas Muslim terdapat di ibukota, yaitu Port Moresby. Juga di kota lainnya seperti Baimuru, Daru, Marshall Lagoon, Lembah Musa, Kepulauan Britania, dan Irlandia Baru.
Selain kegiatan dakwah yang gencar, apa yang membuat Islam sangat mudah diterima masyarakatnya? Tokoh Islam di Papua Nugini menerangkan bahwa warga di sana masuk Islam bukan karena benci pada agama lamanya, melainkan karena mereka merasakan lebih nyaman dan cocok dengan Islam. Mereka menilai bahwa ternyata Islam agama yang mudah karena berdoa bisa secara langung tanpa diperantarai pendeta. Berdoa juga tidak hanya bisa dilakukan di rumah peribadatan, tapi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, di rumah, di ladang, di jalan dan tempat lainnya.
Isa Teine, Sekretaris Umum Komunitas Islam Papua Nugini, menambahkan bahwa banyak kedekatan antara ajaran Islam dengan adat Melanesia yang membuat mereka merasa lebih cepat cocok dan nyaman bersama Islam. Di antara kesamaan-kesamaan itu adalah Islam mengajarkan saling menyapa dan memberi salam saat bertemu maupun berpisah. Islam juga membolehkan poligami, ketika pada di waktu yang sama adat di sana memaklumi kaum pria memiliki istri lebih dari satu.
Masih banyak ajaran lainnya dalam Islam yang memiliki kecocokan dengan adat budaya masyarakat di sana sehingga membuat mereka dengan mudah menerima Islam. Isa Teine memprediksikan bahwa dalam kurun waktu 20-30 tahun ke depan Islam sudah tersebar di seluruh Papua Nugini.
Namun, perkembangan yang signifikan ini bukan tanpa tantangan, karena di Papua Nugini masih terdapat Islamophobia. Bahkan, salah seorang menteri di sana pernah menyatakan bahwa Islam sebagai bahaya laten yang mengancam ketenangan negara tersebut.
Sampai saat ini sudah terdapat tidak kurang dari 15 (lima belas) pusat-pusat pendidikan Islam di Papua Nugini. Setiap pusat pendidikan ini dilengkapi oleh seorang imam. Tidak sedikit pula para pelajar Muslim dari negara ini yang mendapatkan beasiswa pendidikan Islam di luar negeri, seperti Malaysia dan Arab Saudi. Sekembalinya mereka ke negerinya, diharapkan mereka akan menjadi agen dakwah Islam di negerinya. Semoga cahaya Islam makin benderang di bumi Timur sana.[](Rashid)

Check Also

Geliat Islam di Chille

Copa Amerika dengan Chili sebagai tuan rumahnya baru saja usai. Di balik ingar bingar dunia ...

Lebih Dekat dengan Muslim Rohingya

Myanmar atau dikenal juga dengan Birma adalah salah satu negara berkembang di Asia Tenggara dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.