Breaking News

Geliat Islam di Chille

chilleCopa Amerika dengan Chili sebagai tuan rumahnya baru saja usai. Di balik ingar bingar dunia sepakbola, ternyata Chili menyimpan cerita sunyi tentang geliat Islam di sana.
Tidak banyak memang referensi yang menjelaskan asal muasal masuknya Islam ke negeri ini. Sedikit pula literatur yang menjelaskan bagaimana perkembangan Islam di sana. Namun, keberadaan Islam di negara latin ini terdeteksi sejak 1854. Kala itu sensus penduduk menemukan terdapat 2 (dua) orang Turki yang tinggal di sana. Ihwal kewarganegaraan dua orang ini tidak diketahui, hanya saja mereka penduduk asli dari wilayah yang berada dalam kekuasaan Turki Utsmani.
Arus pemeluk Islam ke wilayah Chili bertambah pada 1856 saat ada gelombang besar kedatangan imigran Arab Muslim dari wilayah Suriah, Lebanon, dan Palestina yang saat itu berada dalam kekuasaan Turki Utsmani. Selanjutnya, jumlah penduduk Muslim di Chili sempat pasang surut pada medio 1885 hingga 1920. Adapun sensus yang dilakukan pada 2002 menemukan bahwa terdapat total 2.894 Muslim yang tinggal di Chili yang 60-an persennya adalah laki-laki.
Mundur kembali ke belakang, pada 1914 pemeluk Islam yang masuk ke Chili berasal dari wilayah Suriah, Palestina, dan Libya. Kedatangan mereka konon akibat tekanan kekuasaan Turki Utsmani (1800-1900). Namun, imigran yang datang ini tidak seluruhnya Muslim, di antara mereka ada juga pemeluk Kristen. Mereka ini eksodus dari wilayah kekuasaan Turki Utsmani menuju wilayah Amerika Serikat, dan sebagian lagi melanjutkan perjalanan ke selatan melalui jalur laut menuju Chili, Brazil, Venezuela, dan Meksiko. Para pendatang ini kemudian berasimilasi, termasuk salah satunya melalui jalur penikahan dengan penduduk setempat.
Institusi Islam pertama di Chili berada di kota Santiago, yaitu Sociedad Uni Musulmana (Masyarakat Muslim Uni Chili) yang berdiri pada 25 September 1926. Sensus yang dilakukan pada 1952 menunjukkan jumlah penganut Islam di Chili sebanyak 956 orang. Mayoritas tinggal di Santiago dan sisanya tersebar di Antofagasta, Coquimbo, Valparaíso, O’Higgins, Concepción, Malleco, Cautín dan Valdivia. Jumlah ini sempat menurun hingga angka 522 pada 1960. Namun, satu dekade kemudian, jumlah mereka meningkat pesat mencapai 1.431 orang.
Para pemuda Muslim di Chili bercita-cita memiliki masjid sebagai pusat kegiatan mereka. Masjid pertama di Santiago berdiri pada 1988 bernama Santiago Mezquita Al-Salam, berkapasitas 500 orang terdiri dari 3 lantai. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Syaikh Taufiq Rumie yang selama lebih dari enam puluh tahun lamanya menjadi pemuka dan pemimpin komunitas Muslim Chili. Pembangunan masjid ini mendapatkan donasi dari kaum muslimin Arab dan Pakistan. Masjid ini selesai dibangun setahun berikutnya dan pada 1996 diresmikan oleh pangeran dari Malaysia.
Pembangunan masjid ini mendorong minat penduduk Chili terhadap Islam. Tidak berhenti di sana, pada 1995 berdiri masjid di Temuco, dan pada 1997 berdiri masjid lain di Iquique. Masjid yang disebutkan terakhir, pembangunannya selesai pada 1999 dan diberi nama Masjid Bilal yang lengkap dengan madrasah. Syaikh Taufiq Rumie wafat pada 1998 dan dilanjutkan kepemimpinannya oleh Syaikh Usamah Abu Gazaleh.
Masjid-masjid ini diharapkan menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan silaturahim sesama kaum muslimin sendiri maupun dengan pemeluk agama lain. Para pemuda Muslim giat menyampaikan dakwah Islam melalui berbagai kegiatan di masjid-masjid ini, termasuk di antaranya memberikan penjelasan-penjelasan terkait isu terorisme yang seringkali diarahkan kepada Islam sejak peristiwa 11 September 2001. Semangat dakwah ini membuahkan hasil, terbukti saat ini jumlah pemeluk Islam di Chili mendapai 3.000 orang.
Semoga Islam semakin tersebar di muka bumi. Menjadi rahmat bagi seluruh alam.[](Rashid. Dari berbagai sumber.)

Check Also

Cahaya Islam di Papua Nugini

Papua Nugini, sebuah negara di sebelah timur Indonesia, berbatasan langsung di sebelah barat dengan Papua ...

Lebih Dekat dengan Muslim Rohingya

Myanmar atau dikenal juga dengan Birma adalah salah satu negara berkembang di Asia Tenggara dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.