Breaking News

4 HIDANGAN ISTIMEWA UNTUK TAMU ALLAH

04Oleh: H. Dendi Abdul Aziz, MSI.

Suatu pagi bulan Januari 2004,  di kota Bandung, ada seorang pemuda yang beruntung mendapatkan kesempatan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci secara mendadak. Wasilahnya, dia harus menggantikan sepupunya menyertai jamaah haji plus ke tanah suci. Tentu saja hakikatnya karena izin dan takdir Allah. Bukan main senangnya pemuda itu. Ia pun langsung menelepon ibunya yang berada di sebuah kampung di bilangan kabupaten Garut. Setelah mengutarakan kabar penting itu, terdengar isak tangis bahagia sang ibu dari seberang sana, teriring do’a: “Nak mudah-mudahan diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah dan ibadah hajinya mabrur”. Pemuda itu hendak menjawab panjang lebar dan minta dido’akan tetapi mulutnya kelu, air matanya keluar membasahi pipinya, kerongkongannya tersekat, akhirnya hanya kata “Amiin yang keluar dari mulutnya.

Pada waktunya, berangkatlah pemuda itu bersama jamaah haji plus sebanyak 74 orang dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines. Selama di tanah suci, pemuda itu memanfaatkan waktu dan kesempatan berharga dengan memperbanyak ibadah sekaligus menjadi pelayan para tamu Allah. Pahit manis ia rasakan, mulai dari melayani fasilitas jamaah sampai pernah dimarahi 2 orang jamaah pada tempat yang berbeda karena “ketidakpuasan” yang mereka rasakan. Semua itu dijalani pemuda itu dengan sabar dan pasrah kepada Allah. Dalam hati ia yakin kepada janji Allah, barangsiapa melayani para tamu Allah, pasti Allah akan melayaninya. Tanpa terasa 24 hari pun telah berlalu. Tibalah waktunya untuk melaksanakan thawaf wada’ karena pemuda itu bersama 74 jamaah lainnya akan meninggalkan kota Mekah untuk kembali ke tanah air. Setelah thawaf wada’, semua jamaah shalat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim, lalu hanyut dalam do’a. Hampir semua jamaah menangis. Kesedihan terlihat di wajah mereka karena di tengah kerinduan kepada Baitullah, mereka harus pulang ke tanah air, meninggalkan Baitullah, masjidil haram, dan segala kenangan indah yang mereka rasakan selama di tanah suci. Tak terkecuali pemuda itu. Ia pun menangis seraya berdo’a: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kunjunganku ini sebagai kunjungan yang terakhir. Berikan kesempatan kepadaku untuk dapat kembali berkunjung ke rumah-Mu ini”.

Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan do’a, Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Tahun 2005 sampai 2008, pemuda itu pun dapat pergi ke tanah suci untuk menyertai jamaah umroh dari sebuah travel biro Umroh dan Haji Plus di kota Bandung.  Kemudian tahun 2009 sampai 2011 ia berturut-berturut melaksanakan ibadah haji menyertai jamaah haji sebuah KBIH di kota Bandung.

03Kisah singkat di atas hanya merupakan contoh kecil dari sekian banyak fakta bahwa daya tarik melaksanakan haji/umroh ke tanah suci sangatlah luar biasa. Orang yang sudah berhaji satu kali, ia pun ingin kembali melakukannya. Orang yang sudah umroh satu kali, ia pun ingin mengulanginya, bahkan jika mampu ingin berulangkali. Tidak ada kata bosan. Jika sudah lama tidak umroh atau haji, kerinduan ke tanah suci semakin menjadi.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa motivasi seorang muslim untuk melaksanakan ibadah haji/umroh sangatlah besar? Jawabannya bisa beragam. Namun satu hal yang pasti, salah satu alasannya karena kenikmatan ibadah di tanah suci tidak dapat tertandingi. Di samping itu, karena Allah memberikan hidangan istimewa kepada para tamunya yang datang ke tanah suci dengan ikhlas tanpa kecuali. Hidangan istimewa itu minimal ada empat hal, yakni:

Pertama.  Dosa-dosa para tamu Allah pasti diampuni. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw. “Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan rafats dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi ). Ini adalah hidangan istimewa yang sangat mahal. Secara khusus diberikan Allah kepada para tamunya yang berkunjung ke tanah suci dengan niat ibadah karena Allah semata. Siapa orangnya yang tidak ingin diampuni dosa? Mukmin mana yang tidak menginginkan kesucian dari dosa-dosa? Tentu saja semua orang beriman mendambakannya.

Kedua. Pahala amal ibadah dilipatgandakan. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh baginda Rasulullah saw. :”Shalat di masjidku ini (masjid nabawi) lebih utama sebanyak 1000 kali shalat di tempat yang lain, kecuali di masjidil haram, dan shalat di masjidil haram lebih utama dari pada 100.000 kali shalat di masjid yang lain” (H.R. Hakim). Subhanalloh, begitu besar pahala yang diberikan Allah kepada para tamunya yang beribadah di tanah suci. Mukmin mana yang tidak tertarik akan pahala besar ini? Mukmin mana yang tidak menginginkan hidangan istimewa ini? Tentu saja semua menginginkan dan mendambakannya.

Ketiga. Do’a-do’a pasti terkabul. Rasulullah saw. bersabda: “Tamu Allah ada tiga, orang melaksanakan haji, umrah dan yang berperang (dijalan-Nya) apabila mereka berdoa kepada-Nya maka Dia kabulkan dan apabila mereka memohon ampun kepada-Nya maka Dia ampuni mereka”. (HR. Ibnu Hibban). Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. Bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.” Begitu hebatnya hidangan yang Allah berikan kepada para tamunya. Seandainya semua jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah haji dan umroh dengan ikhlas, lalu mereka berdo’a untuk kebaikan bangsa dan negaranya agar terlepas dari berbagai krisis multidimensi, niscaya negeri ini akan menjadi negeri idaman. Barokah Allah akan turun dari langit dan bumi (QS. 7: 96). Sehingga baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur akan benar-benar terwujud.

Keempat. Balasannya Syurga. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Ibadah umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus (dosa) diantara keduanya dan haji mabrur tiada balasannya melainkan surga”. (HR. Muslim). Hidangan keempat ini tentu saja merupakan hidangan yang paling istimewa. Karena tidak seorang mukmin pun yang tidak menginginkan syurga. Semua kita, tanpa kecuali, ingin masuk syurga dalam keadaan damai dan penuh rahmat serta ridho Allah SWT.

Siapa pun yang akan melaksanakan haji atau umroh, semoga ia dapat berbekal dengan bekal yang paling baik di sisi Allah, yaitu taqwa. Semoga senantiasa ikhlas selama melaksanakan ibadah, sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan. Sehingga ia dapat memperoleh empat hidangan istimewa dari Allah SWT. Amiin.

Check Also

Semarak Wisata Ramadhan 1437 H

Dalam rangka menyemarakan Ramadhan 1437 H, PUSDAI Jabar dan Pesona Indonesia akan mempersembahkan Pertunjukan Wayang ...

Jadwal Semarak Pesona Ramadhan

Untuk mendownload Jadwal Pesona Semarak Ramadhan 2016 H Versi PDF silahkan Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published.