Breaking News

Lahirnya Sebuah Gagasan

3 lahirnya gagasanTahun 1951, Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat berkeinginan mempunyai Masjid Raya atau Islamic Centre yang representatif, yang berlokasi di Ibukota Provinsi yaitu di Kota Bandung, keinginan itu akhirnya dimasukkan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota Kotamadya Bandung.

Tahun 1977/1978, untuk menyambut Abad XV Hijriyah (Tahun 1400 H), para ulama dan umat Islam Jawa Barat menginginkan adanya suatu karya yang dapat menjadi tonggak “Kebangkitan Kembali Umat Islam”, idenya mengerucut untuk mendirikan “Islamic Centre”. Gagasan pendirian Islamic Centre tersebut diterima dengan baik oleh Gubernur Jabar, Mayjen H. Aang Kunaefi (1975-1985).

Tanggal 19 Oktober 1979, di Kantor Bappeda Jabar sejumlah ulama, dai, pakar, cendekiawan serta pejabat dan Angkatan 45 mengadakan diskusi dipimpin Ketua MUI Jabar serta dihadiri Gubernur Jawa Barat dan Kakandepag Jabar, pada intinya mereka semua mendukung rencana pendirian Islamic Centre di Jawa Barat dan supaya pembangunannya segera dimulai.

Tanggal 29 Oktober 1979, terbit Instruksi Bersama MENAG dan MENDAGRI No. 9 dan 30/1979 yang menetapkan perlunya umat Islam menyambut abad XV Hijriyah dengan meningkatkan kegiatan dakwah dalam rangka menyongsong kebangkitan kembali (umat) Islam. Adanya instruksi bersama tersebut semakin memperkuat gagasan pendirian Islamic Centre di Jawa Barat.

Tanggal 11 September 1980, di Kampus Uswatun Khasanah, Nagrek, Kabupaten Bandung (puncak dari serangkaian diskusi), diadakan Musyawarah Ulama dan Pemuka Agama Islam se-Jawa Barat, dan hasilnya bersepakat untuk merealisir pembangunan Islamic Centre.