/

PERIODE BADAN PENGELOLA ISLAMIC CENTRE JAWA BARAT

PUSDAI sebagai aset milik Pemprov agar pengelolaannya dapat memberikan manfaat yang optimal dalam pembinaan kemasyarakatan dan pelayanan publik akan dikelola langsung oleh pemerintah, yang diawali dengan penarikan aset berupa Komplek bangunan PUSDAI beserta barang inventaris yang ada di dalamnya yang dipinjam-pakaikan kepada Yayasan Darma Asri.

Agar PUSDAI dapat dikelola secara optimal Pemprov menerbitkan Pergub Nomor 24 Tahun 2010 tentang Pengelolaan PUSDAI, Masjid Atta'awun Dan Bale Asri tertanggal 26 April 2010. Selanjutnya pada masa transisi ini, untuk menjalankan tugas pengelolaan PUSDAI tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (2008 – 2018) menerbitkan Kepgub Nomor 645.8/Kep.616-Hukham/2010 tentang Satuan Tugas Penanganan PUSDAI, Masjid At-Taawun dan Bale Asri, dengan Susunan Keanggotaan sebagai berikut :

  • Pembina :
    1. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
    2. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Satuan Tugas : Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Sekretaris : Kepala Bagian Agama pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Bendahara : Dra. Hj. Silviati, M.Si.
  • Koordinator Bidang PUSDAI : Drs.H. Zainal Abidin, M.Ag
  • Koordinator Bidang At-Ta’awun : H. M Mahdi Supardi
  • Koordinator Bidang Bale Asri : Ir. Hj. Sri Laksmi Dewi K.

Disini semua perangkat pelaksana masih tetap seperti sebelumnya dan dapat menjalankan kegiatan seperti biasa, hanya bertanggung jawabnya ke Ketua Satgas.

Pembenahan oleh Satgas dimulai dari penertiban penerimaan dari masyarakat antara lain memasukkan ke dalam Perda Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Retribusi Daerah terhadap penerimaan Bale Asri untuk disetorkan ke kas Daerah, membuat kerjasama dengan pihak ke tiga pengelolaan parkir dan kantin. Adapun penerimaan dari infaq, zakat dan sadaqah tetap dikelola DKM untuk dipergunakan sesuai peruntukannya.

Setelah hak pinjam pakai PUSDAI diserahterimakan dari Yayasan kepada Pemprov melalui Satgas yang telah ditunjuk pada tanggal 13 Juli 2011 maka untuk menguatkan peran Satgas, Gubernur Jawa Barat menerbikan Kepgub Nomor 645.8/Kep.933-Yansos/2011 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 645.8/Kep.616-Hukham/2010 tentang Satuan Tugas Penanganan PUSDAI, Masjid At-Taawun dan Bale Asri, dengan Susunan Keanggotaan sebagai berikut :

  • Ketua Satuan Tugas : Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Wakil Ketua Satuan Tugas : Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Sekretaris : Kepala Bagian Agama pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Bendahara : Hj. Enny Oetoyo, SE., MM.
  • Koordinator Bidang PUSDAI : Kepala Subbagian Pembinaan Pendidikan pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Koordinator Bidang At-Ta’awun : Kepala Subbagian Pembinaan Keagamaan pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Koordinator Bidang Bale Asri : Kepala Bagian Rumah Tangga pada Biro Humas, Protokol dan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Koordinator Pengelolaan Aset : Kepala Subagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah pada Biro Humas, Protokol dan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat

Satgas selanjutnya melakukan pembenahan fisik antara lain melakukan pengecatan ulang pada seluruh dinding eksterior dan pagar PUSDAI, perbaikan bocoran dan peremajaan beberapa pohon.

Setelah masa transisi dianggap selesai maka pada tanggal 28 November 2011, Pemprov mengeluarkan Pergub No. 62 Tahun 2011 Tentang Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat, dari rencana semula hanya mengelola aset PUSDAI sebagai Islamic Centre Jawa Barat ternyata ada aset-aset Pemprov lain dibidang keagamaan yang dimasukkan dalam nomenklatur Pergub tersebut sehingga aset yang dikelola ada 3 lembaga yaitu Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, Masjid At-Ta’awun dan Gedung LPTQ Jawa Barat, dengan susunan Personalia Pengurus :

  • Pembina : Gubernur Jawa Barat
  • Pengarah :
    1. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
    2. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Badan : Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Sekretaris : Kepala Bagian Agama pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Bidang PUSDAI : Kepala Subbagian Pembinaan Pendidikan Keagamaan pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Bidang Pengembangan Pengamalan Qur’an dan Masjid Atta'awun.: Kepala Subbagian Pembinaan Keagamaan pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pelaksanaannya masih meneruskan program kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya. Adapun dalam tataran kebijakan, pimpinan PUSDAI yang diangkat berdasarkan ex officio ternyata tidak dapat menentukan kebijakan diluar kedinasannya.

Agar roda aktivitas dapat berjalan dengan lancar maka pada tanggal 2 Juli 2012 Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat selaku Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat mengeluarkan Keputusan Nomor 451.7/273.A/Kep-Yansos tentang Susunan Organisasi Pelaksana Teknis Bidang PUSDAI, Pengembangan, Pengamalan Qur’an dan At-Ta'awun, dengan susunan Personalia DKM PUSDAI sebagai berikut :
  • Ketua DKM : H. Ahmad Zayyidin Anshori, Lc.
  • Sekretaris DKM : H. Agah Nugraha
  • Unit Kemakmuran Masjid dan Pendidikan : H. Rachmat Alamsyah, M.Ag.
  • Unit Bina Rohani, Sosial dan Budaya : Dede Ali Koharudin, SS.
  • Unit Wisata Rohani : H. Dendi Abdul Aziz, MS.I.
Selanjutnya dilakukan reorganisasi menyeluruh berdasarkan struktur di atas, dari unit-unit aktivitas yang ada menjadi :
  • Unit Takmir masjid yang mengurusi ibadah rutin dan aktivitas yang menggunakan sarana masjid
  • Unit AQSA (Bimbel Agama, Qur’an dan Bahasa) menggabungkan unit LBQ (laboraturium bahasa dan Qur’an) dan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang telah ada
  • Unit Majelis Taklim PUSDAI, yang mewadahi aktivitas ibu-ibu/wanita jamaah PUSDAI
  • Unit Pengelola Zakat (UPZ), setelah dibentuk DKM, maka pengelolaan zakat dapat dilaksanakan lagi.
  • Unit Kelompok Bermain dan Raudlatul Athfal (KBRA)
  • Unit Konsultasi Agama dan Keluarga
  • Unit Diklat Keagamaan
  • Unit Kuliah Duha
  • Unit Perpustakaan dan Informasi yang mengelola Perpustakaan, Galeri Mushaf Sundawi, Buletin Islamic Centre, dan Website
  • Unit Haji dan Umrah, mengelola perjalanan Umrah (baru) bekerjasama dengan Biro Biro Perjalanan Umrah, sementara untuk KBIH sedang diurus prosedurnya (mengingat sekarang PUSDAI dikelola Pemprov)

Untuk kepanitiaan Ramadhan dan PHBI ditangani bersama dengan ketua yang ditunjuk secara bergantian.

Dengan adanya unit Umrah PUSDAI ini maka ada karyawan yang ikut diberangkatkan umrah sekaligus sebagai petugas teknis membantu pembimbing umrah.

Setalah BPIC dievaluasi keorganisasian dan pengelolaannya serta adanya aset Pemprov yang bergerak dibidang keagamaan lain yang ingin dimasukkan dalam pengelolaan BPIC maka pada tanggal 3 September 2013 Pemprov menerbitkan Pergub Nomor 53 Tahun 2013 tentang tentang Perubahan Peraturan Gubernur Nomor 62 Tahun 2011 tentang Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat, dengan susunan Personalia :

  • Pembina :
    1. Gubernur Jawa Barat
    2. Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Pengarah :
    1. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
    2. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Badan : Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Sekretaris : Kepala Bagian Agama pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat

Keputusan Gubernur di atas hanya menentukan Kepala dan sekretaris BPIC saja, sedangkan kepengurusan lengkap dan pelaksana BPIC diberikan keleluasaan kepada Kepala BPIC sesuai kebutuhan. Adapun yang dikelola menjadi 4 lembaga yaitu Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, Masjid At-Ta’awun dan Gedung LPTQ Jawa Barat ditambah Masjid Raya Jawa Barat.

Untuk menjalankan organisasi BPIC secara lengkap, Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat selaku Kepala BPIC mengeluarkan Keputusan Nomor 451.7/701/Yansos tentang Pengangkatan Pejabat dan Pelaksana Kepengurusan pada Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat (periode 2013 – 2016), dengan Pejabat BPIC Jabar yang mengelola PUSDAI :
  1. Koordinator Pengelola : Kepala Bagian Lingkungan Hidup pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
  2. Sekretaris Pengelola : H. Rachmat Alamsyah, M.Ag.
Dan Unit Pelaksana Kepengurusan PUSDAI Jabar :
  1. Unit DKM
    1. Ketua DKM : H. Iding Bahruddin, MM.Pd.
    2. Wakil DKM : H. Dendi Abdul Aziz, MS.I.
    • Kasubnit Pelayanan Ibadah dan Keagamaan : H. Imron Hasan, S.Ag.
    • Kasubnit Pendidikan dan Kader : Dede Ali Koharudin, SS.
    • Kasubnit Kajian Islam dan Kebudayaan : Ir. Taufiq Rahman
  2. Unit Administrasi dan Umum
  3. Kepala Unit : Fenny Resmi Sari, A.Md.
  4. Unit Informasi dan Teknologi
  5. Kepala Unit : Ir. Taufiq Rahman
  6. Unit Pelayanan Haji dan Umrah
  7. Kepala Unit : H. Aip Rivai, SH, M.Si.
  8. Unit Pelayanan Sarana dan Prasarana
  9. Kepala Unit : H. Indra Nugraha, SSos.I

Pada struktur ini Koordinator Pengelola Masjid (KPM)-nya adalah ex officio, sedangkan unit pelaksananya mulai melibatkan kalangan ulama dan profesional, sehingga program kegiatan sudah terlihat geliatnya, namun tugas pokok dan fungsi masing-masing masih belum terkoordinasi.

Untuk menyempurnakan keorganisasian Lembaga-lembaga di Lingkungan BPIC Jabar beserta tugas pokok dan fungsinya maka Kepla BPIC Jabar pada tanggal 23 April 2015 menerbitkan Keputusan Nomor 060/Kep.3-BPIC/2015 tentang Struktur Organisasi KPM, DKM dan Sekretariat BPIC Jabar. Dengan struktur organisasi untuk semua lembaga di lingkungan BPIC Jabar, yaitu :
  1. Pengelola Masjid (pejabat BPIC pengelola lembaga) :
    1. Koordinator Pengelola Masjid (KPM)
    2. Sekretaris KPM
  2. Pemakmur Masjid (Unit pelaksana lembaga) :
    1. Ketua Dewan Pemakmuran Masjid (DKM)
    2. Wakil Ketua DKM
    3. Sekretaris DKM
    4. Bendahara DKM
    5. Bidang Idarah
    6. Bidang Imarah
    7. Bidang Riayah
Dengan tugas pokok masing-masing :
  • Tugas Pokok Koordinator Pengelola Masjid (KPM) adalah Membentu melaksanakan tugas BPIC dalam pengelolaan aset dan pemakmuran masjid.
  • Tugas Pokok Dewan Pemakmuran Masjid (DKM) adalah memimpin, mengkoordinasikan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program kerja dan kegiatan DKM untuk meningkatkan pelayanan ibadah, dakwah dan syiar Islam.
Selanjutnya Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat selaku Kepala BPIC Jabar mengeluarkan Keputusan Nomor 451.7/242/Yansos tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat selaku Kepala BPIC Jabar Nomor 451.7/701/Yansos tentang Pengangkatan Pejabat dan Pelaksana Kepengurusan Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat. dengan Pejabat BPIC Jabar yang mengelola PUSDAI :
  1. Koordinator Pengelola : Tetap (Kepala Bagian Lingkungan Hidup pada Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat)
  2. Sekretaris Pengelola : H. Enjang, SS.
Dan Unit Pelaksana Kepengurusan PUSDAI Jabar :
  • Ketua DKM : Drs. KH. Iding Bahruddin, MM.Pd.
  • Wakil DKM : H. Dendi Abdul Aziz, MS.I.
  • Sekretaris : Dede Ali Koharudin, SS.
  • Bendahara : Ahmad Zen Zaeni, SE.
  1. Bidang-Bidang
    1. Ketua Bidang Idarah : Wawa Waliah, S.Pd.I
    2. Ketua Bidang Imarah : H. Imron Hasan, S.Ag.
    3. Ketua Bidang Riayah : H. Engkus Kusyana
  2. Tim Pembina, Pembimbing KBIH dan Umrah PUSDAI
  3. Ketua : H. Aip Riva’I, SH, MSi.
  4. Baitul Mal Peduli Umat (BMPU)
  5. Ketua : Dede Ali Koharudin, SS.
  6. Majelis Taklim PUSDAI
    • Ketua : Hj. Djubaedah Nuriata
    • Wakil Ketua I : Hj. Farida Miftah Faridl
    • Wakil Ketua II : Hj. Yati Memed
  7. Kelompok Bermain dan Raudhatul Athfal (KBRA) PUSDAI
  8. Kepala Sekolah : Wawa Waliah, SPd.I.
Adapun pengelolaan Gedung Bale Asri langsung di bawah Sekretariat BPIC Jabar, dengan susunan staf pelaksana :
  • Kepala Pengelola : H. Indra Nugraha, S.Sos.I
  • Petugas Pemasaran : H. Purwanto
  • Petugas Operasional : Eko Safar Hardiyanto
  • Petugas Keuangan : Hj. Tuti Yuliani, Yeti Mulyati.

Dengan terbitnya 2 keputusan BPIC tentang organisasi dan tentang penyempurnaan pejabat pelaksana itu, KPM segera bertindak untuk mengadakan koordinasi pemanfaatan aset PUSDAI kepada Ketua DKM, selanjutnya Ketua DKM langsung menjalankan tugasnya untuk mengelola program kegiatan di PUSDAI.

Ketua DKM yang diberi keleluasaan untuk memimpin dan mengelola PUSDAI, mendorong unit-unit aktivitas yang umumnya dibiayai dengan anggaran mandiri (bersumber dari masyarakat) untuk lebih kreatif sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama kegiatan-kegiatan di PUSDAI dapat berkembang lagi, seperti :
  • Unit Ibadah dan Sosial,
    • Takmir masjid
    • merencanakan kegiatan PHBI
    • mengelola ambulance.
  • Unit Imam dan Muadzin
  • Unit Buletin
  • Unit Konsultasi Agama dan Ikrar Syahadah
  • Unit Perpustakaan dan Galeri Mushaf Sundawi
  • Unit Majelis Taklim PUSDAI
  • Unit Rampai
  • Unit Diklat Keagamaan, Kajian Islam Intensip dan Kuliah Duha
  • Unit AQSA (Bimbel Agama, Qur’an dan Bahasa)
  • Unit Baitul Maal Peduli Umat (BMPU)
    • Bantuan dari zakat maal yang telah dilaksanakan berupa : sarana ibadah, pendidikan, spp ke luar negeri, tunggakan pendiddikan, kesehatan, khitanan massal, operasi katarak, biaya pengobatan, dan lain-lain
    • Bantuan produktif yang telah dilaksanakan berupa : Santunan guru ngaji, santunan disabilitas, bantuan sarana usaha, kegiatan syiar, phbi, diklat keagamaan, pembinaan muallaf, sosial, transportasi, santunan anak yatim dan lain-lain
  • Unit Kelompok Bermain dan Raudlatul Athfal (KBRA)
  • Unit Haji dan Umrah
    • Melaksanakan Bimbingan Ibadah Haji
    • Memberangkatkan dan membimbing Ibadah Umrah

Perbaikan dan pengadaan sarana yang tidak terlalu besar segera direalisasikan seperti pengadaan karpet masjid, pengadaan CCTV, perbaikan sarana kantor yang rusak, menggati lampu yang mati dan kran yang rusak dengan anggaran biaya dari pemasukan kencleng masjid.

Adapun dana dari APBD untuk BPIC harus dibagi menjadi lima lembaga yang ada di bawah pengelolaan BPIC yang hanya cukup untuk menggaji karyawan dan perbaikan sarana saja, sehingga untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan besar, DKM PUSDAI menerapkan strategi yang penganggaranya bekerjasama dengan pihak eksternal yang menyelenggarakan kegiatan di PUSDAI atau dengan dukungan sponsor.

Beberapa kegiatan besar di Tahun 2016 antara lain :
  • Program Ramadan
    • Pagelaran Wayang Dakwah bekerjasama dengan Kemenpar RI
    • Kampung Ramadhan bekerjasama dengan Global Tv
    • Bazaar Produk Halal bekerjasama dengan Bear brand, walls, 3 dan lain-lain
    • Pesantren Pelajar, Bulan Baca Sedunia dan lain-lain
  • Program PHBI
    • Jabar Book Fair bekerjasama dengan IKAPI jabar dan Click Suaqer
    • Lomba Adzan dan Mengaji Online tahun 2016-2017 bekerjasama dengan Click Square
  • Pembangunan Sarana dan Fasilitas
    • Pembanguna fasilitas Teleconference PUSDAI bekerjasama dengan ITB
    • Pembangunan Aplikasi PUSDAI (Start Up PUSDAI) bekerjasama dengan Perusahaan IT
    • Penataan Taman, Roof Garden dan Air Mancur
    • Pembangunan Sistem Perpustakaan Berbasis IT (SLIMS Senayan)
Beberapa Program intern PUSDAI yang diikutkan pada program kerjasama, misalnya :
  • Seminar Nasional Islamic Centre dan Mesjid Raya dimasukkan dalam agenda STQ Tingkat Provinsi Jawa barat di PUSDAI
  • Seminar Nasional Remaja Masjid dimasukkan dalam agenda Jabar Book Fair
  • Pernikahan Massal didukung oleh vendor-vendor yang sering melaksanakan acara di PUSDAI
  • Banyak kegiatan Tabligh Akbar dengan penceramah tingkat Nasional/Jawa Barat atau dai kondang dan mendatangkan hingga ribuan jamaah yang bekerjasama dengan organisasi-organisasi keagamaan, harian umum, stasiun televisi, dan lain-lain.

Sementara kegiatan Bale Asri PUSDAI Jabar dikelola tersendiri yang pemasukkannya langsung disetorkan ke Kas Daerah untuk tahun 2016 sebesar 3.773.948.800 rupiah dari 3.500.000 rupiah yang ditagetkan.

Setelah masa kepengurusan BPIC periode 2013 – 2016 selesai, maka Kepala BPIC mengeluarkan Keputusan Nomor 451.7/Kep.02-BPIC/2016 tertanggal 1 Desember 2016 tentang Pengangkatan Pejabat dan Pelaksana Kepengurusan Badan Pengelola Islamic Centre Jawa Barat, dengan masjid yang dikelola lima masjid yang selama ini sudah dikelola ditambah 4 masjid yang sekarang dalam proses pembangunan sehingga jumlah masjid yang dikelola BPIC menjadi 9 masjid.

Adapun susunan Pejabat dan Pelaksana kepengurusan pada BPIC Jabar untuk PUSDAI dan Bale Asri yaitu :
  • Pengelola Masjid PUSDAI Jawa Barat
    1. Koordinator Pengelola : Pantjawidi DJ, SKM., M.Kes.
    2. Wakil Koordinator Pengelola : Bahrul Hayat, S.Ag.
  • Pelaksana Kepengurusan Masjid PUSDAI Jawa Barat
  • Ketua DKM : Drs. KH. Iding Bahrudin, MM.Pd.
  • Pengelola Gedung/Aula Bale Asri dan LPTQ
    1. Koordinator Pengelola : H. Enjang, SS.
    2. Wakil Koordinator Pengelola : Totoh Muhidin, SE.
Berdasarkan Keputusan Kepala BPIC Nomor 451.7/Kep.02-BPIC/2016 dan menurut keputusan itu pembentukan pengurus DKM diserahkan kepada Ketua DKM masing-masing maka Ketua DKM PUSDAI Jawa Barat membuat Keputusan Nomor ……………………. Tertanggal …………… Tentang Pengurus DKM PUSDAI Jawa Barat, dengan susunan Pengurus sebagai berikut :
  • Ketua DKM : Drs. KH. Iding Bahruddin, MM.Pd.
  • Wakil Ketua DKM : H. Dendi Abdul Aziz, MS.I.
  • Sekretaris : Hendy Hermawan, S.Sos.
  • Bendahara : Ahmad Zen Zaeni, SE.
  1. Bidang-Bidang
    1. Ketua Bidang Idarah : Dede Ali Koharudin, SS.
    2. Ketua Bidang Imarah : H. Imron Hasan, S.Ag.
    3. Ketua Bidang Riayah : H. Agah Nugraha
  2. Tim Pembina, Pembimbing KBIH dan Umrah PUSDAI
  3. Ketua : H. Aip Riva’I, SH, MSi.
  4. Baitul Mal Peduli Umat (BMPU)
  5. Ketua : Dede Ali Koharudin, SS.
  6. Majelis Taklim PUSDAI
  7. Ketua : Hj. Ina Wiyandini
  8. Kelompok Bermain dan Raudhatul Athfal (KBRA) PUSDAI
  9. Kepala Sekolah : Wawa Waliah, SPd.I.

Pelaksanaan kepengurusan periode ini secara efektif dimulai awal tahun 2017, dengan program kegiatan melanjutkan program periode sebelumnya, sedangkan program kerjasama dengan pihak eksternal secara kualitatif hampir sama dengan tahun sebelumnya, termasuk pihak kedua yang diajak kerjasama.

Ada beberapa hal yang menarik pada tahun 2017 ini antara lain :
  • Pada awal tahun ini pengaturan parkir diserahkan kepada DKM PUSDAI setelah 5 tahun dikelola oleh pihak ke-3. Selama dikelola pihak ke-3 pengaturan perparkiran menggunakan sistem ticketing berbayar kepada jamaah yang memarkirkan kendaraannya di area PUSDAI, selanjutnya pihak ke-3 menyetorkan infaq antara 4 juta sampai 6 juta rupiah kepada PUSDAI setiap bulannya. Setelah perparkiran diatur oleh DKM PUSDAI, pengaturan perparkiran menggunakan sistem ticketing yang lebih modern namun tidak berbayar, bagi jamaah yang ingin berinfaq untuk kemakmuran masjid disediakan kotak amal didekat counter penyerahan tiket. Alhamdulillah infaq dari jamaah bisa mencapai 100 juta rupiah setiap bulannya.
  • Mulai awal tahun ini ada kegiatan bertajuk “salat subuh berjamaah di masjid” baik yang di gerakkan oleh gubernur Jawa Barat, lembaga-lembaga keagamaan ataupun oleh ormas-ormas Islam, biasanya yang menjadi favorit untuk tempat pelaksanaannya adalah di PUSDAI.
  • Pada bulan Ramadan tahun ini, ada beberapa hal yang menarik antara lain pada kegiatan itikaf 10 hari terakhir Ramadan jumlah jamaah itikaf setiap tahunnya cenderung bertambah, tahun ini jumlah jamaah itikaf setiap malamnya antara 1000 – 1500 orang, tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini hampir setiap malamnya ada saja masyarakat yang menyumbang makanan sahur, baik yang dititipkan ke panitia untuk dibagikan kepada para jamaah ataupun yang langsung dibagikan sendiri kepada jamaah, jumlah sumbangan makan sahur setiap malamnya sekitar 500 paket. Demikian pula dengan sumbangan makanan takjil atau buka, selain dari PUSDAI yang selama Ramadan menyediakan makanan takjil antara 1000 – 1500 paket setaip harinya, dari masyarakat juga ada yang menyumbang walaupun sifatnya masih insidental, namun kali ini hampir setiap harinya selalu ada yang menyumbang baik berupa makanan takjil (makanan ringan) ataupun makanan buka (makanan berat).
  • Sekitar triwulan terakhir tahun ini ada komunitas keagamaan yang setiap jum’at menyediakan makanan bagi para jamaah salat jum’at, setiap jumatnya mereka menyediakan sekitar 1000 porsi.
  • Disamping pengajian atau tabligh akbar yang sering diselenggarakan di PUSDAI, pada triwulan terakhir tahun ini, mulai banyak juga pengajian atau tabligh akbar yang diselenggarakan oleh kaum muda dengan jamaah yang hadir juga dari kalangan remaja dan pemuda.
  • Setelah 5 tahun PUSDAI tidak memberangkatkan umrah karyawannya, pada tahun ini dimulai lagi program umrah untuk karyawan (non pengurus) dengan biaya dari kas DKM dan dari biro perjalanan Umrah yang bekerja sama dengan PUSDAI.

Ahlamdulillah, pada usia PUSDAI yang ke 20 tahun ini kepengurusan PUSDAI tahun 2017 – 2019 sudah berjalan, kegiatan-kegiatan sudah berkembang lagi, dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi semakin tinggi, kepercayaan dari masyarakat semakin baik, pihak-pihak yang bekerja sama dengan PUSDAI semakin banyak, dan utamanya jumlah jamaah semakin meningkat.

Mudah-mudahan langkah-langkah kita dalam memakmurkan PUSDAI selalu mendapatkan bimbingan dari Allah SWT, dan peran PUSDAI dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat Jawa Barat dapat terwujud.