Breaking News

MUSHAF AL QUR’AN INDONESIA

img0pp14Jejak seni Mushaf di Indonesia dapat dijumpai mulai dan Aceh, Sumatra Barat, dan Pesisir Utara Jawa dari mulai Banten, Cirebon serta Jawa Timur dan Madura. Dari Kalimantan Sulawesi, Ternate dan daerah-daerah di mana Islam berpijak sudah dipastikan ditemukan mushaf tulisan tangan dan dihiasi dengan iluminasi.

Lalu di zaman Kemerdekaan yaitu pada tanggal 23 juli 1948 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1367 H dimulailah penulisan of Al Qur’an Pusaka, dimana Ba sebagai huruf pertama Basmalah ditulis oleh Bung Karno dan Mim sebagai huruf penghabisan ditulis oleh Bung Hatta. Mushaf tersebut ditulis dalam ukuran 100 x 200 cm.

Empat puluh tiga tahun kemudian, tepatnya pada 15 Oktober 1991, dimulailah penulisan Al Qur’an Mushaf Istiqlal dimana en RI H. Muhammad Soeharto berkenan menulis Basmalah dan surat Al Fatihah, sebagai tanda dimulainya penulisan tersebut dan sekaligus membuka pameran Kebudayaan Islam yang bernafaskan Islam yang lebih dikenal dengan festifal Istiqlal. Pembuatan Al Qur’an Mushaf Istiqlal melibatkan suatu tim khusus yang keanggotaannya terdiri dari para ahli afi (Khattat), ahli seni rupa, pakar, ulama ahli Al Qur’an serta budayawan. Pada tanggal 23 September 1995, bertepatan dengan pembukaan Festifal Istiqlal II, Bapak Presiden Soeharto menandatangani prasasti tanda selesainya penulisan karya mental Mushaf Al Qur’an yang iluminasinya berwajah Indonesia.