Breaking News

Mushaf Sundawi

img0pp14Penulisan Al Qur’an Mushaf Sundawi merupakan refleksi menselaraskan pembangunan di bidang material dan spiritual dengan isi pidato Presiden R.I. dalam rangka menyambut Kebangkitan Nasional II di mana simbol pembangunan ial diwakili oleh Pesawat N-250 dan dibidang spiritual diwakili oleh Al Qur’an Mushaf Istiqlal sebagai pendorong untuk oirkan karya serupa di berbagai pelosok daerah Nusantara.

Terhimbau atas substansi pidato itu, maka Gubernur Jawa Barat H. R. Nuriana, memprakarsai pembuatan Al IQ Mushaf Sundawi, yang pada tanggal 14 Agustus 1995 yaitu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad 17 Rabiulawal 1416 H, Bapak H.R.Nuriana telah membubuhkan “Basmallah” pada lembar awal sebagai prasasti dimu penulisan Mushaf tersebut.

Hasil dari penelitian dan studi awal perwajahan Al Qur’an Jawa Barat tersebut telah pula turut dipamerkan di Festival 1 ke-II 1995 yang lalu.

Sebagai tindak lanjut dari prakarsa tersebut maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Kepala Daerah Tingkat I Jawa Nomor. :451.05/ SK.1196-Binsos/95.

Ditinjau dari sudut pandang sejarah Islam di Jawa Barat, Al Qur’an Mushaf Sundawi merupakan karya nyata menghubungkan bukti kepedulian terhadap wujud Al Qur’an, yang telah berakar sejak Islam berpijak di tanah Pas] Peninggalan-peninggalan tersebut tidak terlepas dari kenyataan bahwa Agama Islam di Jawa Barat mempunyai for tonggak sejarah yang hingga kini masih menancap kuat, baik berupa fakta-fakta sejarah dimasa larnpau maupun bukti penyebarannya di masa kini Sejak Falatehan, kemudian Sunan Gunung Jati ataupun tokoh lain seperti KH. Hasan Mi hingga warisan karya Mushaf Al Qur’an Syekh Nawawi Al Bantani. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Jawa Barat mempunyai andil dalam kepeloporan. Dalam bidang seni kontemporer seperti lukisan kaligrafi, dalam 1 arsitektur misalnya masjid modern, dalam bidang musik, dan bahkan embrio Festival Istiqlal serta Mushaf-nya telt Jawa Barat.

Ditinjau dari segi sosio-kultural, Al Qur’an Mushaf Sundawi merupakan karya Islami yang merupakan perpaduan antai Wahyu (Al Qur’an) dan budaya Jawa Barat, sebagai perpaduan yang serasi dan seimbang antara zikir dan fakir masyarakat Jawa Barat.

Untuk mewujudkan Al Qur’an yang sahih dalam segi penuliscannya dan estetis dalam segi perwajahannya, maka dibentuklah rja yang terdiri dari para ulama, ahli menulis indah (Khattat), pakar dalam estetika seni rupa Islam, desainer spesialis asi, peneliti, illuminator dan ahli komputer serta fotografer yang menunjang penelitian desain serta ahli lainnya yang antu menangani pelaksanaan lembar demi lembar mushaf. Kaidah -kaidah penulisan supaya tidak terdapat kesalahan sebuah titikpun, dipantau dan dikoreksi oleh para pakar dari Lajnah Pentashih Al Qur’an Dept. Agama RI.

Khusus mengenai kaligrafi, sebelum sampai pada tahap penintaan terebih dahulu harus ditashih yang merupakan koreksi Ian setelah penintaanpun ditashih kembali untuk meyakinkan bahwa betul-betul tidak ada kesalahan penulisan.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Al Qur’an Mushaf Sundawi adalah transformasi spiritualitas Islam yang paling (Kalam Ilahi), yang dikemas berupa visualisasi khat yang secara estetis berpadu dengan iluminasi khas Jawa Barat. onotasi sundawi yang dipergunakan untuk atribut Al Qur’an Mushaf Sundawi, adalah istilah yang dikaitkan dengan p desain dan tatanan iluminasi yang diterapkan pada setiap halaman mushaf. Pada prinsipnya ada dua jenis sumber isi atau acuan desain. Pertama yang referensinya berasal dari motif islami Jawa Barat umpamanya memolo mesjid,

batik, ukiran mimbar, mihrab dan artefak lainnya dengan catatan bahwa motif-motif tersebut tidak bersifat rpomorfis (diambil dan bentuk manusia) ataupun zoomorphis (dari bentuk binatang). Jenis motif yang kedua adalah yang bersumber pada sejumlah flora tertentu yang khas Jawa Barat seperti gandaria dan patrakomala. Dengan ian wujud Al Qur’an Mushaf Sundawi meliputi desain secara keseluruhan baik kaligrafi maupun iluminasi.