Breaking News

PEMBUATAN SENI MUSHAF

img0pp14Adalah merupakan perpaduan keindahan antara kehandalan para Khattat (kaligrafer) dan Fannan al zakhrofy (iluminator), pada hasil akhirnya dapat menampilkan Seni Mushaf yang sempurna dan monumental.

Berbicara mengenai Seni Mushaf, mutlak untuk menyebut nama-nama besar para kaligrafer (khattat) seperti Ibnu Muqlah, at Bawwab, dan Yaqut al-Mustashimi (abad XIII), ketiganya dari Irak sebagai perintis penulisan Al Qur’an. Sedangkan di Mesopotamia iluminasi Islam berkembang pada abad ke XII dan XIII, di bawah kekuasaan Seljuk Turki. Konstribusi pada jaman ini menekankan pada kaligrafi yang lebih dekoratif mempergunakan hiasan geometris dan dipengaruhi keb Bizantium dalam mempergunakan tulisan emas di atas biru.

Kemenangan atas Persia dan Mesopotamia oleh orang-orang Mongol yang kemudian masuk Islam (dikenal sebagai I II Khanid) pada abad ke XIII dan XIV, membawa kecerahan dalam hal perkembangan seni Islam. Yang perlu dicatat 1 iluminasi pada masa ini merupakan perpaduan dan pengolahan unsur Yunani dan Bizantium serta pengaruh Cina yang dibawa oleh orang Mongol. Dalam pada itu di abad ke XV penguasa-penguasa Timurid seperti Shakh Rukh, Baysunghur Husayn Mirza membangun secara besar-besaran sanggar iluminasi di Shiraz dan Herat. Di bawah Kamal al Din B (Bihzad) di Herat dan kemudian di Tabriz ( ibukota awal dari dinasti Safawid), iluminasi Qur’an Persia mencapai puncak Kekaisaran Mogul di India (1526-1858 M) bukan hanya mendirikan istana dan masjid yang monumental tetapi juga m pelindung perkembangan iluminasi. Raja Babur bukan hanya pahlawan dalam peperangan tetapi sangat menaruh mina iluminasi dan sekaligus menjadi kolektor manuskrip.

Terlebih putranya, Humayan bahkan mendatangkan pelukis (iluminator) dari Persia. Begitu juga Kaisar Akbar mengh lebih dari seratus iluminator. Style iluminasi Mogul nampak mengkombinasikan elemen-elemen Persia yang dekorat puitis, dengan unsur India yang lebih emosional dan terkadang terdapat pengaruh Barat yang memberikan kesan tiga dimensi.

Walaupun Dinasti Ottoman (1300-1922 M) di Turki dikenal sebagai kekuatan militer yang menguasai Anatoli Constantinopel (sekarang Istanbul), tetapi mereka juga merupakan pelindung kesenian termasuk bidang kaligai iluminasi. Seni Iluminasi pada masa dinasti ini berkembang hingga pada abad ke XVI. Sungguhpun pada awalnya ilw Turki banyak dipengaruhi Persia namun pada masa kemudian mempunyai karakteristik yang tersendiri.