Breaking News

SISTEM KALIGRAFI

img0pp14Seperti halnya bidang iluminasi yang mempunyai ciri khas, maka sistem kaligrafi Al Qur’an Mushaf Sundawi dirancang sedemikian rupa sehingga tampil khas dari Al Qur’an yang lain. Namun demikian sama sekali tidak menyimpang dari ┬áketentuan-ketentuan standarisasi DEPAG, bahkan justru Al Qur’an standar Indonesia yang ditashih Lajnah Pentashih menjadi acuan dalam kaidah penulisan dan berpegang pada Rasam Usmani yaitu Mushaf Usmani yang menjadi acuan Al Qur’an di seluruh dunia.

Spesifikasi Alquran Mushaf Sundawi, antara lain :

Sistem halaman, setiap halaman terdiri dari 15 baris, kecuali halaman-halaman istimewa seperti Ummul Qur’an (s.Alfatihah awal s. Albaqarah), Nisful Qur’an (awal surah Alkahfi) dan Khatmul Qur’an (halaman akhir : s. Alfalaq dan s. Annas) disesuiaikan dengan bentuk dan ukurannya. Setiap juz terdiri dan masing-masing 24 halaman, kecuali juz 1, 15, 19, dan 30, memiliki halaman lebih banyak. Adanya jumlah halaman yang sedikit lebih banyak dari Al Qura’n biasa adalah atas pertimbangan berbagai segi antara lain : kemudahan dan kenyamanan membacanya, agar pembaca tidak mudah penat dan tidak jenuh, bahkan selalu terangsang dan penasaran untuk terus membuka dan membacanya.

Jenis dan warna tulisan yang dipergunakan untuk matan (teks inti) adalah khat Naskhi dengan tinta hitam. Nama judul surat )pada box adalah khat Kufi dengan emas murni dan outline hitam. Setiap lafazh Allah dan waqaf lazim ditulis dengan tinta merah. Basmalah pada awal surah Alkahfi, awal surah Alfalaq dan Annas : khat Tsulutsi, disesuaikan dengan bentuk bidang / ruang yang melengkung.

Untuk memudahkan mencari ayat, pada nama surat di setiap halaman dilengkapi dengan nomor surat, demikian juga nama juz dengan nomor juz. Kedua item ini ditempatkan di sebelah bawah (di luar frame)sedangkan Al Qur’an yang lain disebelah atas.

Setiap awal juz selalu di sebelah kanan (halaman ganjil).

Penulisan ayat memakai sistem sudut, yaitu setiap halaman diakhiri nomor ayat (tidak ada ayat yang terbagi kepada halaman lain)
Lay out : sistem lurus, kecuali halaman Doa Khatmil Qur’an dan halaman Acuan Mushaf Sundawi menekankan kepada segi simetris yang mengacu kepada bunyi kalimat, hal tersebut untuk memudahkan segi membacanya dan pengaturan intonasi tepat sesuai dengan nada kalimatnya.

Setiap awal surat, minimal judul surah diikuti dengan basmalah dan baris pertama isi surah. (tidak akan ditemui pada baris akhir setiap halaman hanya box suratnya saja, bahkan box plus basmallah saja, tetapi lengkap antara box,basmallah, dan minimal baris pertama isi surah).

Kelengkapan tanda-tanda lain, seperti Waqaf Lazim, sajdah, ruku, hizb, keterangan surah (Makiah/Madaniah) pada Al Qur’an Mushaf Sundawi diperhatikan sekali, dengan bentuk dan warna yang menonjol. Proses Pentashihan, Untuk menjaga kesahihan Alquran Mushaf Sundawi, selain tashih intern oleh tim penulisan, juga secara formal ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al Qur’an DEPAG RI, dan Jakarta yang sengaja datang ke Bandung secara reguler. Setiap halaman ditashih dalam empat tahap, setiap tahap ditashih berulang-ulang secara bergantian.